Belajar K3
INDONESIA
Lembaga Training & Sertifikasi
Sand Blasting
Prosedur K3 Pekerjaan Sand Blasting
Dirangkum oleh: Faukal Hasan
Staf pengajar Belajar K3 Indonesia, Profesional Praktisi & Konsultan K3 Lingkungan
Definisi
Sand Blasting adalah suatu proses pembersihan dengan cara menembakan partikel (pasir) kesuatu permukaan material sehingga menimbulkan gesekan atau tumbukan. Permukaan material tersebut akan menjadi bersih dan kasar.
Tingkat kekasaranya dapat disesuaikan dengan ukuran pasirnya serta tekananya. Sand Blasting banyak digunakan untuk berbagai macam fungsi, yaitu:
- Digunakan untuk menghilangkan karat, debu, cat, dan pengotor lainya.
- Digunakan untuk membentuk kekasaran permukaan pada persiapan untuk proses pelapisan.
Metode kerja Sand Blasting
Di dalam persiapan permukaan dengan metode ini, harus dilakukan dengan hati – hati dan oleh tenaga yang terampil dan berpengalaman. Sebab apabila dilakukan oleh orang awam besar kemungkinan orang tersebut justru dapat memperparah keadaan karena material yang digunakan menjadi rusak. Sand Blasting dibagi menjadi 2 jenis bedasarkan pengunaanya , yaitu:
- Dry Sand Blasting
Biasa digunakan untuk benda yang berbahan metal / besi yang tidak beresiko menghasilkan percikan api pada saat penyemprotan , seperti pada tiang pancang, bodi pada rangka mobil, bodi kapal laut, dan lain sebagainya.
- Wet Sand Blasting
Biasa digunakan untuk benda yang berbahan metal / besi yang dapat beresiko terbakar atau terletak di daerah yang beresiko tinggi dalam hal kebakaran, seperti tangki bahan bakar atau kilang minyak (offshore). Wet Sand Blasting ini dicampurkan dengan bahan kimia khusus anti karat yang dapat meminimalisir percikan api pada proses Sand Blasting dilakukan.
Macam-Macam Abrasif Material untuk Sand Blasting
Abrasif material dibagi menjadi 2 macam, yaitu:
- Metal
Abrasif metal antara lain yaitu steel shoot, steel grit,dan wire cut carbon.
- Non Metal
Abrasif non metal antara lain pasir silika, aluminium oksida, silikon, karbida, glass bead, dan walnut sheel.
Parameter yang Mempengaruhi Proses Sand Blasting
Parameter yang bisa mempengaruhi proses Sand Blasting antara lain:
- Ukuran butir (mesh)
Ukuran butir berkaitan dengan bentuk profil permukaan yang terbentuk. Pada butiran yang kecil, bentuk profil permukaan yang dihasilkan cenderung lebih halus dibandingkan dengan ukuran butir yang lebih besar.
- Sudut penyemprotan
Sudut penyemprotan adalah besarnya sudut yang digunakan dalam penyemprotan antara nozzle dengan benda kerja yang disemprotkan sudut yang biasa digunakan dalam penyemprotan antara 60 derajat - 120 derajat. Sudut 90 derajat terhadap permukaan menghasilkan tumbukan yang paling besar.
- Tekanan penyemprotan
Tekanan penyemprotan mempengaruhi daya dari abrasifnya. Semakin besar tekanan yang digunakan, maka daya abrasifnya juga semakin besar.
- Jarak penyemprotan
Jarak penyemprotan adalah jarak antara nozzle dengan benda kerja yang disemprot. Jarak penyemprotan bisa diatur sesuai dengan hasil yang diinginkan.
- Waktu penyemprotan
Waktu penyemprotan permukaan dapat mempengaruhi kekasaran permukaan benda kerja. Semakin lama penyemprotan, maka permukaan yang dihasilkan semakin kasar. Rentang waktu yang digunakan ketika proses penyemprotan biasanya didasarkan pengalaman operator. Dalam beberapa kasus waktu yang diperlukan selama 40 – 80 detik untuk setiap luasan penyemprotan.
Prinsip Kerja Sand Blasting
Prinsip utama kerja Sand Blasting adalah menyemprotkan pasir bertekanan udara tinggi ke permukaan pipa/plat agar permukaan menjadi bersih dan siap untuk di cat. Secara detail pekerjaan Sand Blasting dilakukan dengan cara:
- Membersihkan plat yang akan di Sand Blasting dengan cara manual, yaitu dengan membersihkan permukaan dengan amplas atu cairan untuk menghilangkan kotoran.
- Mempersiapkan alat dan bahan seperti kompresor, bak pasir, selang, nozel dan permukaan benda kerja sendiri;
- Pasir yang telah disiapkan dimasukkan ke dalam bak pasir, pasir harus dalam keadaan kering. Kapasitas pasir yang dimasukkan seharusnya adalah 80% dari volume bak pasir, hal ini bertujuan untuk mengurangi resiko pasir yang terbuang akibat tumpah. Untuk pengisian kembali dapat dilakukan setelah volume berkurang hingga 40%;
- Setelah pasir dimasukkan ke dalam bak pasir maka katup bak pasir dibuka. Katup inilah yang menjadi jalur keluar bak pasir sebelum dan selama di beri tekanan udara;
- Menyalakan mesin kompresor. Mesin yang digunakan di kebanyakan galangan di Indonesia adalah mesin kompresor listrik yang sumber energinya berasal dari generator listrik;
- Pasir bertekanan akan keluar melalui nosel. Tekanan pasir pada ujung nosel akan berkurang tergantung panjang selang yang digunakan. Semakin pendek selang maka semakin besar pula tekanannya;
- Penggunaan nozel tidaklah sembarangan. Nozel tidak boleh diletakkan terlalu dekat dengan terlalu jauh dengan plat yang akan dibersihkan;
- Plat yang terkena Sand Blasting akan mengikis. Pengikisan ini akan menumbulkan tekstur kasar yang sangat berpengaruh pada hasil pengecatan setelah sanblasting
- Setelah semua plat selesai di sanblasting maka sebelum dilakukan pengecatan permukaan plat harus disemprotkan udara bertekanan guna menghilangkan debu-debu yang kemungkinan masih menempel pada permukaan plat;
- Jika semua tahapan Sand Blasting sudah selesai maka boleh dilakukan pengecatan.
Keselamatan Kerja Pekerjaan Sand Blasting
Identifikasi Bahaya Sand Blasting
Beberapa potensi bahaya pekerjaan Sand Blasting diantaranya adalah:
- Debu silika dapat menyebabkan penyakit silicosis;
- Kebisingan dapat menyebabkan NIHL (Noise Indirect Hearing Loss);
- Kompressor yang digunakan adalah merupakan bejana bertekanan. Untuk keselamatan penggunaannya, silahkan melihat referensi tentang keselamatan pengoperasian kompressor;
- Hose-hose Sand Blasting hingga gun yang digunakan, semuanya membawa tekanan yang sewaktu-waktu dapat menimbulkan bahaya mekanikal. Beberapa kasus hose Sand Blasting pecah dan pasir bertekanan mengenai personel yang bekerja, coupling hose terlepas dan mengenai karyawan yang ada di sekitar;
- Sandpot yang digunakan sebagai mixer antara udara dan pasir perlu diperhatikan kondisinya, terutama kemampuannya dalam menampung tekanan udara yang disuplai dari compressor. Jika memungkinkan, pengurus sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan secara berkala terhadap sandpot blasting ini;
- Pergesekan antara permukaan benda dan media pasir blasting dapat menimbulkan percikan api, perhatikan adanya potensi bahaya kebakaran atau ledakan jika kegiatan Sand Blasting dilakukan.
Pengendalian Bahaya Pekerjaan Sand Blasting
Jika memungkinkan untuk mengganti metode Sand Blasting dengan yang lain, hal ini sangat disarankan. Namun apabila tetap harus menggunakan metode ini, maka berikut saran-saran yang dapat dilakukan (meskipun tidak ada jaminan menurunkan resiko secara penuh):
- Lakukan pemeriksaan terhadap peralatan sebelum digunakan,
- Gunakan peralatan yang sesuai dengan spesifikasinya (compressor, hose blasting, gun, dan sand pot),
- Atur waktu pekerjaan Sand Blasting agar tidak bersamaan dengan aktivitas lain,
- Tetapkan batas area yang terdampak debu, kebisingan atau pun percikan pasir blasting,
- Hindari pekerjaan Sand Blasting di dekat penampungan bahan yang mudah terbakar (flammable material),
- Gunakan safety wire pada setiap sambungan (coupling) hose-hose untuk mencegah bahaya mekanikal saat coupling terlepas,
- Batasi area pekerjaan, akses hanya diizinkan untuk tim yang terlibat pekerjaan Sand Blasting,
- Setiap pekerja yang terlibat harus terlatih dan paham dengan sistem kerja blasting,
- Karyawan yang terlibat harus menggunakan alat pelindung diri yang dipersyaratkan.
Contoh Prosedur K3 Pekerjaan Sand Blasting
Sebagai bagian dari kontribusi kami, terlampir kami berikan contoh berupa draft format Standar Operasional Prosedur K3 Pekerjaan Sand Blasting, Anda bisa mempelajarinya dan menyesuaikan dengan ruang lingkup perusahaan Anda.
Have a nice learning with Belajar K3 Indonesia
Semoga bermanfaat, Copyright @BelajarK3.Com All rights reserved 2026
More learning visit our home